Kamis, 29 Maret 2012

Filosofi ubin


Sebagian orang mungkin tak pernah memikirkan tentang ubin. Padahal dia selalu ada di kehidupan kita setiap harinya. Ternyata ubin menyimpan filosofi tntang kehidupan. Tidak percaya? Silahkan baca ini!

Ubin terbuat dari tanah yang lembek, basah, lemah dan tidak bernilai. Namun setelah diolah ia akan menjadi bahan yang berguna dan diharapkan memiliki kualitas yang baik agar memiliki nilai jual tinggi. Sama seperti manusia yang diciptakan dari tanah. Apa sih berharganya tanah? Tapi setelah Yang Maha Kuasa membuatnya menjadi manusia. Apa masih tak berharga? Tentu tidak. Ubin yang diproses ada yang digunakan di lantai, di dinding, di kamar mandi, kolam renang dan sebagainya. Tentu saja yang dipakai di dinding lebih berharga daripada di kamar mandi. Tapi biar gimanapun bentuknya, gimanapun mahalnya. Itu tetap ubin. Yang membedakan hanyalah kualitasnya. Sama seperti manusia tak peduli dia kaya, miskin, rupawan, jelek, kurus, gemuk, tinggi, pendek, cantik, jelek, semua tetap sama di hadapan Yang Maha Kuasa. Semuanya tetap hambaNya. Yang membedakan hanyalah kualistasnya. Kualitas kesucian diri seberapa sering mendekatkan diri padaNya. Seberapa cerdasnya kita membuat hidup kita lebih berkualitas di mata Allah SWT. Namun perlu diingat juga sebagus apapun ubin, suatu saat pasti ada masa dimana ubin itu kotor bahkan retak, pecah dan lama-lama diganti dengan ubin yang baru. Pecahan ubin itu akan dibuang ke sampah dibawa ke TPA dan akhirnya dibuang lagi ke tanah. Sebaik apapun manusia pasti memiliki kelemahan dan manusia itu pada akhirnya akan kembali pada-Nya.

Tuhan memberikan banyak barang dikehidupan kita bukan hanya untuk dijadikan pelengkap hidup, namun juga sebagai bahan renungan. Setiap barang mempunyai filosofinya sendiri-sendiri agar kita lebih memahami makna kehidupan – Redhika17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar