Selasa, 11 Oktober 2011

Cerpen sastraku :)


Ini cerpen sastra pertamaku. Ku persembahkan untuk siapapun yang tersadar dan tersentuh setelah membacanya . Selamat membaca J
Gelas
Bel pulang sekolah membangunkan Ani dari tidur pulasnya di bangkunya. Jam tangannya menunjukkan pukul 15.00 WIB. Ani hanya menjadikan sekolah sebagai tempat tidur dan bergaul. Tapi walaupun dia tidak pernah berteman dengan fisika, dia tidak pernah tinggal kelas. Itu semua akibat bapaknya adalah donator utama yang selalu menabah berat karung pundi-pundi sekolah itu. Teguran guru yang setiap hari mengingatkan agar Ani serius sekolah hanya menjadi angin lalu saja. Toh, belajar maupun tidak belajar dia tetap naik kelas.
Ani bergegas pulang ditemani gelas kosongnya yang hari ini tetap kosong. Ani pulang ke rumah, mungkin bukan rumah. Ani hanya menggunakan bangunan itu untuk makan, tidur, minta uang, menyuruh pembantu. Bukankah rumah adalah tempat kehangatan bersemayam di tengah indahnya keluarga? Namun kesibukan bapaknya mengurusi lumbung padi keluarganya hingga ke luar negeri membuatnya hidup sendiri dengan pembantu dan gelasnya. Membuat bangunan yang orang namakan rumah menjadikan rumah tersebut menjadi rumah bagi kesunyian dan ketidakpedulian. Sesampainya di sana, Ani merebahkan tubuhnya di atas kasur, untuk sejenak melepas lelah dan peluh.
 Ani bermimpi, dia mendapati dirinya berada di sebuah pulau, tepatnya di tepian pantai. Dia mendapati tubuhnya hanya terbungkus angin dan tak nampak sehelai benang pun. Di sampingnya dia juga mendapati gelasnya yang masih tetap kosong. Kemudian, di kejauhan nampak seekor Buaya sedang mengarahkan matanya pada Ani. Buaya itu perlahan mendekati Ani dan merayapi tubuh Ani dan menjilati senti demi sentinya. Terkadang menggigiti tubuh Ani. Buaya itu siap memangsa mangsanya dengan liar. Buaya itu memangsa Ani, Ani berteriak. Teriakannya sangat keras, sehingga gelasnya menjadi retak. Namun anehnya, Ani tak merasakan sakit sedikitpun. Ani merasa nyaman. Buaya yang memakan Ani, melahap dengan rakus mangsa muda segar ini. Si buaya sangat rakus, hingga meneteskan air dari mulutnya ke tubuh Ani yang menetes ke gelasnya. Gelas situ sekarang terisi cairan keruh dan busuk. Namun, Ani tak mempedulikan sebusuk apapun baunya, dia sudah dihipnotis oleh Buaya yang membuatnya melayang ke angkasa. Ani merelakan saja dirinya dimangsa buaya itu. Setelah buaya itu puas menerkam mangsanya, dia lantas pergi meninggalkan mangsanya yang tergeletak di atas mega. Ani yang masih saja melayang di atas mega tersentak setelah mendengar dering jam, yang tak lain adalah alarm jamnya. Ani terbangun dan matanya tak lagi melihat pemandangan di pantai maupun di angkasa, namun pemandangan di kamarnya. Tak ada satupun pasir pantai yang terbawa, yang terbawa hanyalah gelas dengan cairan busuknya. Namun Ani tak pernah menumpahkan lagi isi gelasnya.
***
Selimut hitam telah mendekap langit. Bintang-bintang bersembunyi di balik lukisan alam. Angin malam mulai melangkah kesana kemari. Suara jangkrik ikut menambah sunyinya malam itu. Kendaraan dan mesin pun sudah tak ada yang bersuara lagi. Jarum jam menunjuk angka 1. Ani menggenakan dress minimnya, memoles wajahnya dengan pupur, memoles tubuhnya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Rambutnya tergerai kruel halus bagai sutra, alisnya menukik bagai elang yang akan merendah, matanya biru bulat memancarkan cahaya kedewasaan wanita, bibirnya semerah delima membuatnya benar-benar cantik. Dia terus membenahi penampilannya agar terlihat lebih bersinar. Penampilannya benar-benar seperti ular.
Klakson mobil diluar rumah membuatnya menghentikan semuanya dan Ani masuk ke dalam mobil itu. Di dalam mobil itu, terdapat tiga ular yang tak kalah mulusnya dengan Ani. Ani dan ular-ular itu akan pergi ke sebuah kebun binatang malam. Sesampainya di sana, mereka sudah disambut berbagai jenis binatang, mulai dari serigala, buaya, harimau, ular, bajing, monyet bahkan ada keong. Benar-benar kebun binatang.Ani mulai beradaptasi dengan merubah dirinya agar terlihat benar-benar seperti seekor ular.
Serigala, buaya, harimau dan binatang lainnya mulai menyapanya dan mengajak Ani berpesta makan malam bersama. Daging asap, sayur dengan daun lima jari, bunga coca putih, dan minuman berwarna merah dan berbusa. Si serigala menyedot asap dari daging asapnya. Si Harimau menghirup bunga coca dari lubang hidungnya yang selalu basah. Semua terlihat sangat menikamti makanan-makanan itu, tak ketinggalan Ani. Ani mencoba melahap semua makanan itu. Sesekali serpihan kecil makanan jatuh ke gelasnya. Namun, anehnya makanan-makanan yang berwarna-warni itu menjadi hitam di gelasnya. Ditambah saat ia menuang minuman merah yang merubah air dalam gelasnya menjadi hitam. Padahal, bagi Ani, minuman itu membuat Ani mempunyai sayap sehingga dapat terbang ke angkasa, kali ini sedikit lebih rendah dari tempat yang dikunjunginya di mimpinya tadi.
Dia terlentang santai di atas kasur meganya yang lembut. Tiba-tiba serigala sudah berdiri didepannya membuat mereka semakin terbang tinggi. Ani terus saja memakan dan meminum menu makan malam di kebun bintang itu, hingga gelasnya sudah cukup sesak. Namun, Ani tidak mempedulikannya, mata, hati dan pikiran Ani sekarang hanya tertuju pada serigala di depannya.
Serigala itu menyentuh Ani persis seperti yang dilakukan buaya yang sempat mampir ke mimpi Ani. Mereka terbang tinggi, tinggi dan semakin tinggi. Tanah tak lagi terlihat, burung pun tak terlihat. Yang terlihat hanyalah kumpulan mega lembut dan cantik berubah menjadi mega yang kelabu. Ani terus meninggi, dia tak sadar, bagaimana cara ia akan turun? Bagaimana ia akan kembali ke tanahnya? Ia tak mempedulikan hal itu, karena sekarang Ani sedang berbahagia bersama serigala menikmati meganya yang semakin meninggi dan semakin kelabu.
Gelas Ani sudah penuh. Setelah cukup lama, serigala tiba tiba menghilang, kasur mega Ani tiba-tiba menipis, Ani tak tahu apa yang harus ia lakukan agar tak terjatuh. Tidak ada seorangpun disana untuk membantunya, tidak ada benda apapun selain elasnya yang sudah sangat oenuh dan sesak. Dia mendekap gelasnya yang sudah penuh dengan cairan hitam pekat lebih pekat dari kecap. Ani terjatuh dari tingginya mega kelabu. Ani terbanting di atas tanah yang sudah terlanjur kerontang. Dan gelasnya pecah. Isinya meluber kemana-kemana membuat semut-semut di sekitarnya mati terkena racun hitam pekat itu.Ani tersentak melihat gelasnya yang pecah. Ani tergeletak tidak berdaya. Ia ingin bangkit, namun tulang-tulangnya sudah patah dan hancur. Kakinya yang menopangnya sudah patah. Ia tidak bisa bangkit lagi. Gelas harapan dan masa depannya telah pecah. Ani memandang gelasnya yang pecah, berharap serpihan gelas itu dapat disatukan utuh kembali. Gela situ sangat berharga. Ani ingin gelasnya kembali dan ia berjanji akan mengisinya dengan apa-apa yang jernih dan menjauhkannya dari apa-apa yang kotor. Namun bangkit saja pun tak mampu. Semua sudah terlambat. Tangan kaki Ani sudah lumpuh. Mulut Ani tak lagi bisa berbicara. Hanya matanya yang masih dapat melihat, melihat kenyataan yang pahit ini. Dan telinganya yang hanya bisa mendengar suara penyesalan. Ani hanya bisa menunggu sebuah angin membawanya pergi, mengakhiri semuanya dengan tetap tergeletak tak berdaya bersama gelasnya.***
Malang, 9 Oktober 2011 pukul 18.00 WIB
(//Red-mardhika.blogspot.com)

Galau

-->
Malam ini begitu senyap
Hingga suara hembusan angin malam pun terdengar
Bintang-bintang pun rupanya sedang tertidur dibalik selimut mega
Hanya bulan yang masih setia menemani malam

Di malam yang sunyi ini
Aku sendiri
Masih sendiri
Meratapi diri

Seuntai perasaan bingung mendekapku
Seonggok perasaan cinta seakan ragu ragu menghampiriku
Secercah harapan cinta
Seberkas kerinduan
Semua perasaan itu mendekapku

Warna hitam masih setia menaungi langit
Begitupun perasaanku yang masih setia dihuni rasa kegalauan
Rasa cinta yang ragu
Harapan dan kerinduan
Semua menyatu menjadi galau

Fajar mulai menyingsing
Dan mengusir malam
Namun ternyata
Fajar pun tak mampu mengusir galauku

Hanya dia….
Dia yang mengirim semua rasa-rasa itu
Hanya dia yang bisa
Mengusir kegalauan ini

Aku merindumu
Aku mengharapkanmu
Aku menginginkanmu
Meski kini kau miliknya
Meski kini kau bukan milikku lagi
Tapi kau pernah member goresan warna indah di lembaran hidupku

Sekali lagi
Aku merindumu
Aku mengharapkanmu
Aku menginginkanmu
Wahai kau yang membuatku galau

Malang, 091011 pukul 21.16

Aku ingin berteriak


Aku ingin berteriak
Hingga teriakanku menampar angin
Membuat matahari menyipitkan sinarnya
Memecah keheningan

Aku ingin berteriak
Hingga teriakanku menggoyahkan dinding tebing
Membuat pohon melipat daunnya
Membuat air terjun runtuh

Aku ingin berteriak
Melepas semua penatku
Melepas semua peluhku
Melepas nafasku yang terenggah-enggah

Aku ingin berteriak
Hingga teriakanku membunuh rasa ketidakpasian
Membinasakan rasa kepalsuan
Membunuh rasa kebohongan

Aku ingin berteriak
Hingga teriakanku
Membentur hitamnya langit kepalamu
Membentur kerasnya dinding hatimu

Malang, 101011 pukul 21.08

Sabtu, 08 Oktober 2011

Quotes

  • Kesalahan + Kesalahan + Kesalahan = Pengalaman
  • Sesuatu akan terasa berharga saat sesuatu jauh dan hilang
  • Tak ada satupun didunia ini yang tak berharga
  • Do the best anytime and everywhere you are
  • Jangan pernah mau dipermainkan masalah
  • Ingat, gak selamanya hidup ini sesuai dengan apa yang kita harapkan
  • Ya…Inilah hidup!
  • Buat apa ada polisi dan pengadilan kalau semua masalah bisa diselesaikan dengan kata maaf!
  • Makasih buat orang-orang yang pernah bikin goresan di hati ini, karena goresan-goresan itu bikin kita belajar
  • Spion mobil emang sengaja diciptakan lebih kecil dari kaca depan mobil. Karena kita mungkin bisa belajar dan melihat ke belakang, tapi kita harus tetap melihat ke depan. Kehidupan di depan sudah menunggu man
  • Pernah kamu punya keinginan yang besar untuk menyelesaikan suatu masalah tapi kamu punya keraguan yang besar juga
  • Hidup itu cuman sebuah game, kalah menangnya tergantung tangan kita
  • A life without a risk is unlived
  • Kita gak akan pernah tahu kapan, dimana, siapa, mengapa dan darimana keindahan sebuah hati berawal
  • Dan semuanya akan lebih indah kalau kamu tetep jadi dirimu sendiri
  • Keep moving forward!
  • Tuhan memberi kita kesempatan gagal, karena Tuhan ingin memberikan kita kesempatan untuk belajar
  • No body`s perfect!
  • Gantungkan citamu setinggi bintang di lagit. Rendahkan hatimu serendah mutiara di lautan


Quotes Cinta

Quotes Cinta
  • Bukankah semua orang pasti punya masalah dengan Cinta?
  • Cinta itu mirip kanker otak, karena Cinta membuat kita bodoh
  • Cinta bikin kita gak lagi mejadi manusia, gimana gak coba? Manusia yang dikenal makhluk paling rasional menjadi irasional karena Cinta
  • Kenapa setiap cowok merayu, mereka menjadi sangat menggemaskan, Shit!
  • 8 huruf 3 kata 1 arti that`s it I LOVE YOU
  • Are Love still exist?
  • Love is not just looking into each other`s eyes, but looking outward together in the same direction
  • Jika orang yang kamu Cinta pergi, biarkanlah dia pergi. Dia mungkin pernah mengisi hidupmu, tapi dia bukan hidupmu
  • Hidup cuman buat mikirin Cinta? Please deh, gak intelek banget. C`mon masih banyak hal lain yang penting
  • Cinta bukan sekedar kata-kata
  • Jika kita percaya akan Cinta, tapi nyatanya Cinta gak segera ada buat kita. Itu salah kalau kamu mengira Cinta gak ada, tapi jika kita benar-benar percaya akan Cinta , maka sebenarnya Cinta lah yang sudah menunggu kita untuk menjemputnya
  • Cinta, terlalu indah dilupakan, terlalu sakit dikenang, terlalu buruk tuk jadi mimpi buruk
  • CINTA (Ciuman Itu Najis Tapi Asyik)
  • Aku manusia, bukan jemuran, jadi jangan digantungin terlalu lama
  • Satu-satunya obat yang ampuh saat kita sakit hati gara-gara cowok, adalah Another Boy.
  • Dua kekuatan terbesar di dunia ini adalah Cinta dan Persahabatan
  • Karma itu beneran ada!
  • Biarpun sekarang dia adalah mantan, tapi gimanapun dia pernah jadi bagian hidup kita

Quotes Sahabat

  • Semua uang, emas, berlian bahkan semua harta materi di dunia ini gak akan pernah bisa membeli arti sebuah Persahabatan
  • A friend can satnd by you when you are right, but a real fried will stand by you when you are wrong
  • Sahabat yang paling baik adalah yang menghasilkan sesuatu yang paling baik dalam diri kita
  • Sahabat itu bukan orang yang selalu membenarkan kita, tapi Sahabat adalah orang yang selalu membuat kita benar
  • Sahabat itu seperti uanng, lebih mudah dihasilkan daripada disimpan
  • Percayalah masih ada Persahabatan yang tak pernah mati
  • Dalam cinta mungkin ada Persahabatan, tapi dalam Persahabatan sudah tetu ada cinta
  • Sahabat itu seperti bintang di langit. Meskipun mereka jauh tapi mereka tetap bercahaya. Meskipun kadang menghilang, tapi mereka tetap ada Meskipun mereka tak mungkin dimiliki namun tak bisa dilupakan dalam hati.
  • Dua kekuatan terbesar di dunia ini adalah Persahabatan dan Cinta
  • Friend…hard to find. Not easy to be best friend. Difficult to forget
//Red-Mardhika.blogspot.com

Jumat, 07 Oktober 2011

Salah

-->
Seperti anak burung yang baru belajar terbang
Yang harus mengerti dunia dalam waktu singkat
Tak peduli siap atau tidak
Dunia sudah menuntutku memulainya
Walaupun aku masih bingung
Dari  mana Aku akan memulai hidupku yang baru ini?
Dari  siapa Aku akan memulai hidupku yang baru ini?
Aku yang tidak tahu apapun tentang tempat baru ini?
Waktu yang baru ini
Orang orang yang baru ini
Dunia yang baru ini
Dan….
Aku masih buta, bisu dan tuli tentang dunia baru ini
Saat aku seperi ini
Datanglah sesosok wajah dengan seribu senyum dewa
Membantu mengepakkan sayapku di dunia baru ini
Membantuku berbicara
Membantuku mendengar
Membantuku memahami dunia ini
Sampai akhirnya dia mengubah rasa bingungku menjadi rasa kepercayaan
Walau tak mudah memberikan rasa itu kepada orang lain
Orang lain yang baru kita kenal
Aku berbagi suka dan dukaku padanya
Aku ingin tetap disampingnya agar aku memahami dunia ini
Bercerita, Bertanya, Apapun aku lakukan dengan dia
Sekarang aku bagaikan anak burung yang terbang
Terbang mencapai awan awan putih suci
Melayang terbang riang gembira
Aku bahagia beteman dengannya
Karena dia mendukungku, menyemangatiku, setuju dengan rasa- rasaku
Semakin hari semakin dekat
Dekat dan semakin dekat
Sampai suatu hari aku dibangunkan Tuhan dari mimpiku
Selama ini aku hanya bermimpi
Mimpi yang indah
Kenyataannya ternyata pahit
Dan aku hanya bermimpi
Aku bangun saat aku tertidur di melayang di awan
Dan aku jatuh diantara duri-duri yang menyalahkan aku
Aku tidak tahu apa salahku?
Apa salahku?
Tiba-tiba aku melihat
Teman yang kuangga dewa ikut menjadi duri
Dan akhirnya aku sadar ternyata
Dia yang mengajakku terbang
Dia yang mengajariku memahami dunia
Ternyata dia hanya ingin aku terjatuh
Dia mengajakku terbang dan aku dijatuhkan
Jatuh ke dalam jurang yang dalam
Jurang yang penuh duri, penuh kesakitan
Aku sadar
Ternyata orang yang selama ini aku percaya menusukku dari belakang
Dia mengaduku dengan duri-duri tajam
Bodohnya aku percaya pada orang yang baru kukenal?
Bodohnya aku menceritakan semuanya pada serigala bebulu domba
Bodoh.. aku memang bodoh setelah mengenal dia
Sekarang hidupku yang tenang
Hidupku yang damai berubah
Berubah suram
Berubah penuh tekanan
Berubah kelam
Sampai aku mati rasa
Aku tidak merasakan angin
Merasakan indahnya dunia
Merasakan segarnya air
Indahnya warna-warni dunia
Yang aku rasakan hanyalah
Sayap yang patah dan hati yang hancur
Yang aku rasakan hanyalah
Rasa sakit yang terus menghujam
Andaikan kau tahu
Rasa ini begitu perih
Tatap aku
Tataplah mataku
Rasakan air mata yang perlahan menetes
Dengarkan rintihan tangisku
Salah…
Salah aku mempercayai dewa yang membantuku terbang
Salah, memang benar-benar salah
Tapi tenanglah
Aku tidak akan menjadi duri bagimu
Walaupun aku sakit
Tapi biarlah ilahi yang membalasmu
Terima kasih
Telah menggoreskan luka di diriku
Luka yang tak pernah bisa hilang untuk selamanya
Karena dari luka ini
Aku bisa belajar
Belajar agar tidak bermimpi dan akhirnya terjatuh
Terjatuh untuk yang kedua kali
Dan takkan kubiarkan diriku dua kali
SALAH!