Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Juni 2013

Tuhan Maha Segalanya


Atau Tuhan sengaja menyumpal mulut manusia untuk sekedar mengucap alunan syahdu?
Atau Tuhan terlalu bersahaja?
Atau Tuhan tidak ingin trisula neptunus menyambar dada manusia?
Atau manusia yang sudah terlalu terlena hingga tak mendengar sendawanya sendiri

Jumat, 14 Juni 2013

Terima kasih bu guru :)

Empat belas tahun duduk di kursi kayu

Termanggu dan terpaku saat guru mengusir dungu

Tanpa ragu terus melaju mengejar berbuku-buku ilmu yang melulur berliku

Beberapa waktu pernah guru menggebu kami malah berkicau dan menggerutu dipunggungnya

Perilaku palsu demi nilai sepuluh

Dua biru, enam merah, tiga biru, tiga abu-abu. Empat belas!

Empat belas tahun telah mengharu biru, guruku! Terima kasih.


Jumat, 10 Mei 2013

Jika manusia belajar pada yang fana

Hanya kehilangan harga diri dan bermandi materi  tiada diselingi hati yang menurani
Ranah luas keluh kesah tiada sepatah ucap puji pada sang pencipta
Jenuh silau mengganggu  relung kalbu memaku pada sesuatu yang semu
Lupa jika ada janji indah yang hanya akan tinggal bersemayam
Fatamorgana sedang menari di atasnya

Sabtu, 23 Maret 2013

Ini sudut kotaku, kotamu, kota kita! sadarkah?

-->
Sejam yang lalu saya baru datang di rumah. Acara  amal sosial, bagi makan ke jalanan dan ya sejenak melepas lelah sama anak-anak yang hampir 2 minggu – sebulan sekali rutin diadakan di kelas tiga. Minggu-minggu sebelumnya saya tak sadar dengan apa yang saya temukan di sepanjang perjalanan saya. Malam ini, saya baru sadar ada kehidupan yang sangat tidak kontradiktif. Tidak seimbang. Ya Allah, ampuni dosa hambamu yang terkadang khilaf mengeluh dan tak mensyukuri apa yang  telah Kau berikan. Berikut saya curahkan beberapa cerita yang saya dapat di jalanan di perjalaan malam minggu saya hari ini.

Anak tak bertuan menadahi setiap uluran bulan merah jambu yang mengucur di kotak lencu itu
Ibu pemakan botol sampah yang tak pernah lelah atau berkelu kesah
Bapak tua berdzikir sambil menanti rakitan pesawat mini terbeli
Keluarga yang sedang pulas walau hanya beralas kertas
Tuhan memang tak pernah menjajikan kehidupan penuh kebagiaan
Tuhan…mudahkan!
Pasangan bergandeng tangan bermesraan dengan selingan kekhilafan
Bercandaan bersama teman merasakan kehangatan persahabatan di restoran
Lampu kelap kelip germerlapan  dan bukan lampu jalan dan iringan tak pelan
Dimana rasa kasian kalian?
Tuhan…maafkan, Tuhan tunjukkan!

Kamis, 28 Februari 2013

Surat Buat Anda Yang Terhormat


Selamat malam Anda yang terhormat yang membuat saya penat :)
Apa kabar? Semoga baik ya. Ini ada pesan dari saya, tolong dibaca siapa tahu surat ini bisa Anda jadikan cermin dan mengintrospeksi diri anda agar lebih melihat peka tentang keadaan sekitar anda. Tidak ada maksud apa-apa, hanya mengingatkan saja. Untuk bagian akhir saya serahkan sepenuhnya kepada Anda, silahkan anda menyimpulkan sendiri tentang maksud surat ini. Semoga Anda pintar :)
“Sebuah cerita tidak akan bisa menjadi cerita yang utuh dan bisa diceritakan  jika tidak ada yang memulai menulis lembar pertamanya. Maukah menulis bersama? Mungkin cerita tentang kita? Kalau tidak, itu bukan masalah, itu hak Anda. Maaf sudah menjadi tokoh tak diundang ke buku cerita anda dan baiklah bagaimana kalau saya akan pergi sekarang saja.  Tetapi ingat, cerita tentang kita belum tertulis dan belum mencerita. Jika suatu hari anda ingin membuat cerita itu, mulailah menulis dulu. Tidak etis dan tidak pantas kalau wanita yang harus memulai menulis, sekalipun emansipasi dan modernisasi sudah mendunia. Jika anda tidak ingin memulai menulis cerita, jangan membuka buku lalu membiarkannya terbuka terlalu lama untuk menunggu kepastian yang tidak pasti , buku itu lama-lama akan usang, berdebu, kotor, rapuh,  karena ketidakpastian anda. Segeralah menulis  atau silahkan tutup bukunya. Kepastian, bukan harapan. Jangan buka bukunya jika Anda tidak benar-benar yakin untuk menulis ceritanya.”
Sudah? Bagaimana? Cukup mencolek Anda? Cukup membuat Anda lebih paham tentang keadaan? Cukup membuat Anda menyadari apa yang terjadi? Cukup? Ya sudah, Terima kasih :)

Malang, 28 Januari 2013, Tertanda
Sebuku yang menunggu kepastian bukan harapan